Breaking News
Home / Publikasi / Sosialisasi Peran dan Fungsi BPD Batealit

Sosialisasi Peran dan Fungsi BPD Batealit

Jepara – Forum Komunikasi Badan Permusyaratan Desa (FK-BPD) Kecamatan Batealit menggelar sosialisasi tentang peran dan fungsi Badan Permusyawaratan Desa di Balai Desa Bantrung Kecamatan Batealit, Sabtu (18/11). Acara dibuka oleh Camat Batealit Agus Bambang Lelono.

Hadir sebagai narasumber Kabag Pemdes Setda Jepara Eriza Rudi Yulianto dan Mayadina R Musfiroh dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Jawa Tengah.

Dilangsir dari halaman suaramerdeka.com ,  Ketua FK-BPD Kecamatan Batealit Said mengatakan, sosialisasi itu diselenggarakan setelah terbentuknya FKBPD yang anggotanya para ketua BPD dari 11 desa yang ada di Kecamatan Batealit.

Ia menjelaskan, kompetensi anggota BPD sebagai mitra pemdes dalam mengawal pembangunan perlu terus didorong. ” Fungsi pengawasan diperkuat untuk efektivitas pembangunan di desa,” kata Said. Eriza menenkankan pentingnya optimalisasi peran dan fungsi BPD sebagai mitra pemerintah desa.

Sesuai Perda No 12/ 2017 tentang BPD. ” Meski masa bakti BPD hanya dua tahun, tetapi diharapkan adanya FK-BPD sebagai wadah dan juga ajang diskusi, perannya bisa dioptimalkan,” kata dia. Adanya staf administrasi BPD juga bisa membantu kinerja BPD.

Sementara itu anggota BPD Desa Bantrung Ahmad Nuru Huda mengatakan, saat ini yang sangat lemah dari fungsi BPD adalah fungsi pengawasan.

Mayadina Rohma Musfiroh mengingatkan spirit Undang-undang Desa dan peran penting BPD. Ia mengatakan, demokratisasi desa ditandai dengan partisipasi aktif dan kritis masyarakat dalam pengambilan keputusan strategis, tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa yang transparan dan akuntabel.

Ia juga mengungkap masih banyak BPD yang belum melaksanakan musyawarah desa (musdes). Kebijakan-kebijakan strategis desa dapat dimusyawarahkan melalui musdes. Musdes ini berbeda dengan musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) oleh pemerintah desa yang lebih mengarah pada pembangunan yang bersifat teknis. Saat dialog, Solihin anggota BPD Desa Geneng menanyakan peran pengawasan BPD.

“Kegiatan ini merupakan replikasi dari kegiatan yang diselenggerakan oleh Fitra Jawa Tengah di empat desa, Pancur, Mayong Lor, Dongos dan Tegalsambi, dukungan dari Seknas Fitra dan Program KOMPAK.” pungkas maya.

 

 

About Fitrajateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*