Breaking News
Home / Publikasi / Penganggaran Belum Akomodasi Gender

Penganggaran Belum Akomodasi Gender

JEPARA – Pengelolaan anggaran harus menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan gender, namun kenyataannya kebijakan penganggaran selama ini belum sepenuhnya bisa mengakomodasi kepentingan gender. ”Pemkab sebenarnya sudah menginginkan untuk menyusun APBD ataupun APBDes responsif gender, namun sering terhalang oleh ketersediaan sumber daya manusia untuk melaksanakannya.”

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Jepara Inah Nuroniah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabid P3A Siti Sulamsih saat membuka Training of Trainer (ToT) Anggaran Responsive Gender (ARG) Desa bagi anggota Forum Kesetaraan dan Keadilan Gender (FKKG) Jepara di Hotel Indah Palace Yogyakarta, Jumat (2/2).

Untuk itulah, paparnya, TOTuntuk pendampingan pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan/Musrenbang Desa, terutama partisipasi gender di dalam penyusunan serta solusi terbaik untuk mewujudkan APBD responsif melalui usulan dari bawah. Yakni, Musrenbang Kecamatan dan Musresnbang Desa yang responsif gender.

Peserta selain pengurus FKKG-yang diketuai Mayadina R Musyfiroh, juga ada sejumlah perwakilan dari OPD dan forum peduli anak. Kegiatan dijadwalkan berlangsung sampai Minggu (4/2) besok. Narasumber Ahmad Misbakhul Hasan (Seknas Fitra Jakarta) dan Carolina Radiastuty (BPPM Pemerintah Provinsi DIY).

Dijelaskan, pada 2018 ini diprogramkan pendampingan ARG di 12 desa di Kabupaten Jepara, empat di antaranya dari Kecamatan Karimunjawa. Juga workshop di empat kecamatan. Sebelum itu, pada 2016 telah dilaksanakan sejumlah kegiatan, roadshow ARG di delapan desa, tahun 2017 monitoring di delapan desa, FGD, dan workshop anggota FKKG di Karimunjawa.

Kasi Pemberdayaan Perempuan Endang Purwaningsih menambahkan, pada akhir pelatihan peserta akan mengadakan studi banding ke desa yang sudah melaksanakan ARG dengan baik. Ketua FKKG Mayadina berharap, dengan bekal pelatihan, anggota akan semakin paham dalam melaksanakan pendampingan sehingga hasilnya semakin baik.(kar-48)

http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/31594/Penganggaran-Belum-Akomodasi-Gender

About Fitrajateng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*